Pabrik Roti Suriah

Tempat Berbagi

Akun terverifikasi

SURIAH

Rp 126.554.871120 Hari Lagi

1657 Donatur

SEDEKAH SEKARANG

Pabrik Roti Suriah

"Dokter Firas Hamdo, seorang dokter anak dan spesialis gizi, beliau selama berbulan-bulan menyaksikan peningkatan kasus malnutrisi di rumah sakit anak-anak tempat dia bekerja di Taftanaz, di provinsi Idlib.

Dokter Firas Hamdo menggunakan pita pengukur untuk mencatat lingkar lengan atasnya, sebuah metode yang digunakan untuk mengidentifikasi risiko kekurangan gizi.

Pada 10 sentimeter lengan gadis itu berada di zona merah berkode warna pita itu. Dia diberi dosis F-75, susu bubuk yang merupakan salah satu fase pertama pengobatan bagi mereka yang didiagnosis dengan malnutrisi akut parah. Bentuk malnutrisi yang paling serius dan terlihat pada anak di bawah usia lima tahun. Kondisinya merupakan salah satu tanda memburuknya akses pangan di Idlib, kata Dokter Firas. (Dikutip dari The New Humanitarian)

Berbagai problem kemanusiaan dihadapi oleh jutaan warganya. Menurut data PBB, 9 dari orang warga Suriah menderita kemiskinan. Ekonomi yang anjlok, inflansi yang menggila, dan hancurnya bidang pertanian menjadikan warga Suriah terutama para pengungsi di ambang kelaparan. Beberapa berita memilukan sempat terekam antara lain anak-anak yang makan dedaunan, warga yang mengais makanan sisa di tempat sampah, bahkan ada yang sampai memakan kucing!

Saat ini Lembaga Golden Future Indonesia menjalankan proyek bantuan pangan untuk mengatasi wabah kelaparan yang mengancam para pengungsi Suriah. Sudah 4 tahun terakhir ini kami mengoperasikan pabrik roti yang mencukupi kebutuhan para pengungsi yang berada di wilayah Kharbatul Jouz pinggiran Idlib.

Saat ini sudah ada 2 pabrik roti yang kami operasikan melayani warga. Kapasitas produksi 2 pabrik roti ini antara 8 hingga 11 ton tepung terigu perhari. Dengan kapasitas sebesar ini bisa memenuhi kebutuhan pangan untuk kurang lebih 44.000 jiwa.



Catatan: “Semua donasi ini dikumpulkan oleh Tempat Berbagi dan Tempat Berbagi tidak ter-asosiasi dengan TikTok”